Penasaran Harga Emas 10 Tahun Kedepan ? Untung / Rugi Ini Analisisnya

https://seputarlm.blogspot.com
Jakarta, SeputarLM - Harga emas dunia mulai naik tangga pada perdagangan Jumat (20-05-20) setelah berseluncur pada perdagangan kemarin. Emas menjadi salah satu asset yang paling terang di tengah pandemi penyakit corona virus disease (Covid-19) yang membuat perekonomian global berseluncur hingga ke ujung bawah resesi.

Pada jam 17:55 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.734,4/troy ons pada pasar spot melansir data Refinitiv, sementara Kamis lalu emas menurun pada 1,36%.

Sepanjang tahun ini, emas sudah menguat lebih dari 13% dan berada di sekitar level tertinggi 8 tahun. Volatilitas emas juga sedang dipuncak, dan diprediksi akan menguat di tahun ini atau dalam 10 tahun ke depan oleh Shaun Djie, co-founder Digix. Djie juga mengatakan banyak investor akan memburu emas baik dalam bentuk fisik maupun digital.

"Outlook saya untuk emas sangat bullish. Harga emas masih memiliki ruang yang besar untuk menguat. Saat ini kita lihat emas di kisaran US$ 1.750/troy ons, tapi memiliki potensi ke US$ 1.800 atau bahkan ke US$ 1.900/troy ons di kuartal selanjutnya," kata Djie sebagaimana dilansir Kitco.

Dasar prediksi emas tersebut sama dengan yang banyak analis sebutkan, kebijakan bank sentral suku bunga rendah dan program pembelian aset (quantitative easing/QE) bank sentral global. Kebijakan tersebut membuat perekonomian banjir likuiditas, dan emas diramal akan terus melaju naik 10 tahun ke depan, dengan volatilitas yang tinggi artinya harganya akan mengalami turun naik dengan persentase yang besar, meski tren besarnya masih terus menguat.

"Dalam 10 tahun ke depan, emas masih akan volatile. Emas akan diperdagangkan di antara level US$ 3.000 sampai US$ 4.000/troy ons dalam 10 tahun ke depan. Kita kemungkinan akan melihat emas di level yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya melihat seberapa besar likuiditas yang disuntikkan ke perekonomian" katanya.

0 Response to "Penasaran Harga Emas 10 Tahun Kedepan ? Untung / Rugi Ini Analisisnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel